Semangat Berbagi Iduladha 1447 H di Gilangharjo: Ratusan Hewan Kurban Disembelih, Wujud Kepedulian dan Gotong Royong Masyarakat
Gilangharjo – Pelaksanaan penyembelihan hewan kurban dalam rangka Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah di Kalurahan Gilangharjo pada Rabu, 27 Mei 2026, berlangsung dengan penuh khidmat dan semangat kebersamaan. Sejak usai pelaksanaan salat Id, halaman masjid dan musala di berbagai padukuhan dipenuhi warga yang bergotong royong menunaikan ibadah kurban, mulai dari proses penyembelihan, pemotongan, pengemasan, hingga pendistribusian daging kepada masyarakat.
Iduladha kembali menjadi momentum yang memperlihatkan kuatnya nilai sosial dan religius masyarakat Gilangharjo. Tidak hanya para panitia dan takmir masjid, para pemuda, ibu-ibu, hingga anak-anak turut terlibat dalam berbagai kegiatan pendukung. Suasana kebersamaan tersebut mencerminkan bahwa kurban bukan sekadar ritual tahunan, melainkan sarana memperkuat ukhuwah dan kepedulian terhadap sesama.
Berdasarkan data sementara yang berhasil dihimpun dari sejumlah padukuhan, jumlah hewan kurban yang disembelih tahun ini mencapai ratusan ekor.
Di Padukuhan Ngaran, penyembelihan hewan kurban dilaksanakan di enam titik ibadah dengan rincian sebagai berikut:
-
Masjid Darussalam RT 01: 4 sapi dan 6 wedus gembel.
-
Masjid Soko Tunggal RT 02: 2 sapi, 8 wedus gembel, dan 2 kambing Jawa.
-
Masjid Nurul Islam RT 03: 2 sapi, 4 wedus gembel, dan 1 kambing Jawa.
-
Mushola Jetis RT 03: 1 sapi.
-
Masjid At-Taqwa RT 04: 2 sapi, 4 wedus gembel, dan 1 kambing Jawa.
-
Mushola Al-Dzikro RT 05: 2 sapi, 7 wedus gembel, dan 1 kambing Jawa.
Total hewan kurban di Padukuhan Ngaran mencapai 13 ekor sapi dan 34 ekor wedus.
Antusiasme serupa juga terlihat di Padukuhan Kauman. Pelaksanaan kurban tersebar di empat lokasi, yakni:
-
Masjid Ar Ridho RT 04: 1 sapi, 5 domba, dan 2 kambing.
-
Masjid Al Huda RT 05: 7 sapi.
-
Masjid Baitul Habaib RT 06: 4 sapi dan 2 domba.
-
Mushola Al Fallah RT 01: 1 sapi dan 7 domba.
Secara keseluruhan, Padukuhan Kauman menyembelih 13 ekor sapi, 14 ekor domba, dan 2 ekor kambing.
Di Padukuhan Tegallurung, penyembelihan dilaksanakan di dua masjid:
-
Masjid Baiturrahman: 4 sapi, 4 kambing, dan 6 domba.
-
Masjid Al-Husna: 1 sapi dan 5 kambing.
Total hewan kurban di Tegallurung sebanyak 5 sapi, 9 kambing, dan 6 domba.
Warga Banjarwaru juga turut memeriahkan Iduladha melalui pelaksanaan kurban di dua masjid:
-
Masjid Al Muttaqin: 2 sapi dan 7 kambing.
-
Masjid Al Hikmah: 1 sapi dan 8 kambing.
Dengan demikian, jumlah hewan kurban di Banjarwaru mencapai 3 ekor sapi dan 15 ekor kambing.
Sementara itu, di Padukuhan Krekah, penyembelihan hewan kurban dilakukan di tiga tempat ibadah:
Mushola Al Furqon
-
2 sapi
-
9 domba
-
4 kambing
Masjid Al Islam
-
2 sapi
-
6 domba
-
1 kambing
Masjid Al Hidayah
-
1 sapi
-
8 domba
-
2 kambing
Total Padukuhan Krekah mencatat 5 sapi, 23 domba, dan 7 kambing.
Selain padukuhan-padukuhan tersebut, sejumlah masjid dan musala lainnya juga melaporkan pelaksanaan kurban, yaitu:
Masjid Shirotul Jannah
-
2 sapi
-
14 domba
Masjid Baitul Afif
-
3 sapi
-
24 domba
Masjid Al Ichsan
-
3 sapi
-
12 domba
Musholla Abdul Qadir
-
1 sapi
-
6 domba
-
4 kambing Jawa
Masjid Nurul Fitroh
-
1 sapi
-
4 domba
Dari data yang telah masuk hingga penyusunan berita ini, tercatat sedikitnya terdapat 57 ekor sapi, 40 ekor kambing, dan 97 ekor domba yang disembelih di berbagai masjid dan musala di Kalurahan Gilangharjo.
Namun demikian, angka tersebut belum menggambarkan keseluruhan pelaksanaan kurban di Gilangharjo. Masih terdapat sejumlah padukuhan, masjid, dan musala yang belum menyampaikan laporan jumlah hewan kurban kepada tim pendata. Dengan demikian, jumlah riil hewan kurban di seluruh wilayah Kalurahan Gilangharjo diperkirakan jauh lebih besar dari data sementara yang telah dihimpun.
Kondisi ini menunjukkan bahwa semangat berkurban masyarakat Gilangharjo masih sangat tinggi. Setiap tahun, partisipasi warga untuk menjadi pekurban maupun terlibat sebagai panitia terus terjaga, bahkan cenderung meningkat. Hal tersebut menjadi indikator kuatnya kesadaran beribadah sekaligus tumbuhnya kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Lebih dari sekadar menyembelih hewan, Iduladha mengajarkan makna keikhlasan dan pengorbanan sebagaimana dicontohkan oleh Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS. Nilai-nilai tersebut tercermin dalam semangat warga yang rela meluangkan tenaga, waktu, dan pikiran demi memastikan daging kurban dapat didistribusikan secara tertib dan merata kepada masyarakat.
Di balik kesibukan para panitia, tampak wajah-wajah bahagia para penerima manfaat yang merasakan langsung berkah Iduladha. Daging kurban tidak hanya menjadi santapan, tetapi juga menjadi simbol hadirnya kepedulian, persaudaraan, dan perhatian terhadap sesama.
Pelaksanaan kurban di Gilangharjo tahun ini sekali lagi membuktikan bahwa budaya gotong royong dan semangat berbagi masih tumbuh subur di tengah masyarakat. Harapannya, nilai-nilai tersebut dapat terus diwariskan kepada generasi berikutnya, sehingga Iduladha tidak hanya menjadi perayaan tahunan, tetapi juga momentum untuk memperkuat solidaritas, mempererat ukhuwah, dan menebarkan manfaat seluas-luasnya bagi sesama.